Incorporating with

Incorporating with

Indo Livestock Expo & Forum

Produksi Ikan Olahan Belitung Tembus 250 Ton

Produksi ikan olahan di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2017 mencapai 250,68 ton atau meningkat dibanding 2016 sebesar 236 ton.

"Nilainya mencapai Rp21,5 miliar, juga terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang Rp20,3 miliar," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Belitung, Destika Effenly di Tanjungpandan, Sabtu.

Sepanjang 2017 tercatat ada sebanyak 43 usaha produk ikan olahan yang tersebar di berbagai tempat dan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Para pelaku usaha produk olahan di daerah ini sudah cukup kreatif mengembangkan produk olahan berbahan baku ikan sehingga lebih mudah dipasarkan.

Ia mengatakan, pemerintah daerah terus mendorong dan melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha olahan ikan menjadi produk makanan terutama mereka yang tergabung dalam kelompok.

"Tentu pemerintah daerah terus mendorong dan membantu agar usaha mereka lebih maju dan berkembang terutama mencari pasar dan kemasan produk yang lebih menarik," katanya.

Saat ini produk olahan hasil perikanan di daerah cukup beragam. Juga dilakukan pemasaran hingga ke berbagai daerah baik dalam bahkan luar negeri.

"Ada yang diolah menjadi kritcu, kerupuk, peletek, abon bahkan keripik. Cukup banyak sekali hasil olahan perikanan ini," pungkasnya. (HYS/Ant)

Sumber: wartaekonomi.co.id

Jambi Berhasil Mengeksplor Udang Mantis Senilai Rp144 Miliar

Warta Ekonomi.co.id, Jambi -

Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi mencatat nilai ekspor Jambi untuk jenis udang mantis sampai dengan Agustus 2018 mencapai Rp144 miliar.

Kepala Stasiun BKIPM Jambi, Ade Samsudin di Jambi, Sabtu, menjelaskan, pengiriman atau ekspor udang mantis dari Jambi sejak Januari sampai dengan Agustus 2018 mencapai 1.926.327 ekor dengan frekuensi sebanyak 2.367 kali pengiriman dengan nilai Rp144.474.525.000.

Pegiriman udang mantis melalui Stasiun BKIPM Jambi dilakukan melalui area cargo Bandara Sultan Thaha Jambi dengan tujuan pengiriman ke Jakarta dan selanjutnya diekspor ke Hong Kong, Singapura, dan Tiongkok.

Ade mengatakan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat di Jambi.

Untuk mencegah penurunan hasil tangkapan sekaligus menjaga kelestarian populasi udang mantis, menurut dia, perlu dilakukan upaya domestikasi sebagai langkah awal dalam usaha pelestarian, serta penelitian/kajian tentang berbagai aspek seperti aspek biologi, ekologi, reproduksi, genetika, dan lain-lain.

"Mari kita jaga kelestarian laut Indonesia untuk masa depan bangsa," kata jelas Ade Samsudin.

Meskipun belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, namun udang mantis cukup diminati oleh negara-negara Asia seperti Malaysia, Tiongkok, Jepang, Thailand, Filipina, dan Hong Kong, bahkan sangat populer di negara-negara mediterania sampai ke Eropa.

Di Jepang udang mantis merupakan bahan baku masakan sashimi (dalam bahasa Jepang disebut shako). Di Cina udang ini populer sebagai makanan yang cukup mahal, orang Canton menyebutnya dengan "pissing shrimp".

Udang mantis memiliki harga yang relatif lebih tinggi dibanding jenis udang lainnya. Dalam keadaan hidup, udang mantis dijual per ekor berdasarkan ukuran panjang, dengan kisaran size K Rp7.000/ekor, size C Rp17.000/ekor, B Rp20.000/ekor, A Rp25.000/ ekor, SP Rp70.000/ ekor, size JB Rp75.000/ekor.

"Dalam keadaan mati, udang mantis dijual dengan harga Rp45.000-/kg," kata Ade Samsudin.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan berbagai sumber daya hayati laut. Keanekaragaman jenis organisme laut banyak dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat, terdiri atas ikan, udang, rumput laut, dan kerang-kerangan.

Udang mantis merupakan salah satu komoditas hewan laut yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan beberapa spesies udang mantis dikenal sebagai bahan makanan eksotis dan sebagai komoditas ekspor.

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags:

2019, Bengkulu Optimis Bangun 3 Pelabuhan Kapal Ikan

Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai tahun depan akan membangun infrastruktur tiga pelabuhan pendaratan kapal ikan guna mengoptimalkan eksplorasi kekayaan maritim di wilayah itu.

"Tiga pelabuhan yang akan dibangun terletak di Kabupaten Mukomuko yang mewakili wilayah utara, Pulau Enggano untuk tengah, dan Kabupaten Kaur untuk selatan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu, Ivan Syamsurizal di Bengkulu, Jumat.

Dia menuturkan bahwa pembangunan tiga pelabuhan itu akan mengakomodir luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Provinsi Bengkulu yang mencapai 685 ribu kilometer persegi.

"Ini punya pemerintah dalam memberdayakan nelayan, sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi maritim di Bengkulu," ujarnya.

Ketiga pelabuhan ikan tersebut, lanjut Ivan, khusus untuk menampung kapal perikanan tangkap berukuran hingga 30 gross ton (GT). Karena itu, pemerintah mulai mendorong nelayan untuk beralih ke kapal bermuatan besar agar lebih banyak menampung ikan hasil tangkapan.

"Dari sekitar 3.400 kapal nelayan di Bengkulu hanya sekitar 400 unit saja yang berukuran di atas 30 GT, selebihnya adalah kapal-kapal kecil. Karena itu, kami terus berupaya menjalin kerja sama peningkatan armada kapal besar," sebutnya.

Selain pembangunan pelabuhan dan peningkatan armada, pemerintah juga berencana membangun industri pembuatan garam dan tambak di wilayah itu.

"Pengembangan berbagai potensi maritim ini dilakukan dengan mengedepankan konsep keberlanjutan lingkungan, sehingga kelestarian alam dapat terjaga secara baik," ucapnya.

Sumber: wartaekonomi.co.id

Tags:

Lebak Pacu Budidaya Ikan Tawar

Bisnis.com, LEBAK--Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendorong peningkatan budi daya ikan tawar sehubungan permintaan pasar lokal cukup tinggi, sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat.

"Kita hingga kini kebutuhan ikan tawar masih didatangkan dari Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat," kata Sekertaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebak Holis Muhammad Yosep kepada Antara, Senin.

Pemerintah daerah sangat terkosentrasi membudidayakan ikan tawar jenis ikan emas, gurame, lele, nila, patin dan mujaer.

Permintaan konsumsi ikan tawar saat ini cukup tinggi dan berpeluang dikembangkan budi daya oleh masyarakat.

Sebab, prosfek usaha ikan tawar sangat menjanjikan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Namun, sejauh ini permintaan ikan tawar di sejumlah pasar lokal masih didatangkan dari luar daerah.

Karena itu, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan produksi ikan tawar, diantaranya pengadaan bibit yang nantinya akan disalurkan kepada kelompok pembudidaya ikan.

Selain itu juga perbaikan sarana dan prasarana Balai Benih Ikan (BBI) Cikoncang,termasuk embung dan jalan.

Selain itu juga mengoptimalkan BBI Cipanas dan Sobang, karena sangat berpotensi menghasilkan produksi ikan tawar.

"Kami berkomitmen setiap tahun terus mengalokasikan anggaran untuk budi daya ikan tawar itu," ujarnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Pembudiyaan Ikan Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana mengakui hingga kini kebutuhan ikan tawar belum terpenuhi untuk permintaan pasar lokal.

Sebab, produksi ikan tawar di Kabupaten Lebak mencapai 3.565,60 ton per tahun dengan nilai perguliran uang Rp64.926 miliar.

Sedangkan, permintaan pasar lokal di atas 5.000 ton per tahun.

"Kami bekerja keras untuk meningkatkan produksi ikan tawar dengan menyalurkan bantuan benih guna mewujudkan swasembada ikan," katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah pembudidaya ikan di Kabupaten Lebak tercatat 219 kelompok terdiri dari sebanyak 188 kelompok tingkat pemula, 22 tingkat lanjut, dan enam tingkat madya.

Sementara produksi ikan air tawar 3.565,60 ton, dengan rincian ikan dari kolam sebanyak 2.145,79 ton, sawah 1.089,10 ton, keramba 58,93 ton, kolam air deras 72,09 ton, jaring apung 44,64 ton dan tambak 98.15 ton.

"Kami terus membina dan membantu kelompok pembudidaya ikan tawar agar dapat meningkatkan produksi," jelasnya.

Sumber: bisnis.com

Tags:

Cold Storage Ikan Berkapasitas 200 Ton di Biak Beroperasi 2019

Bisnis.com, BIAK – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perusahaan Ikan Nusantara (Perinus) akan mengelola operasional cold storage di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada tahun depan.

"Diprogramkan tahun 2019 operasional cold storage Biak sudah berjalan dan PT Perikanan Nusantara (Persero) menjadi pengelola manajemen," kata Kepala Dinas Perikanan Biak Effendi Igirisa di Biak, Kamis (6/12/2018) seperti dilaporkan Antara.

Ia menjelaskan fasilitas gudang ikan berpendingin yang dibangun di kawasan perkantoran dinas perikanan Biak itu dibangun untuk mendukung program Sentra Kelautan Perikanan Terpadu di Provinsi Papua.

Menurut Effendi, cold storage perikanan di Biak itu sudah rampung serta siap dioperasikan pada 2019. "Keberadaan cold storage di Biak sangat membantu nelayan lokal dalam menjaga kualitas produksi perikanan," katanya.

Effendi mengatakan cold storage  Biak dengan kapasitas berkisar 200 ton dan pembekuan berkisar 10 ton itu menampung hasil tangkapan nelayan yang dikumpulkan dengan mobil pendingin.

Menyinggung keberadaan PT Perinus, Effendi menegaskan perusahaan itu  merupakan salah satu dari BUMN yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 1998 dan merupakan hasil penggabungan dari empat BUMN yang bergerak di bidang perikanan.

Keempat BUMN yang disatukan menjadi Perinus yaitu PT Usaha Mina (Persero), PT Perikani (Persero), PT Tirta Raya Mina (Persero) dan PT Perikanan Samodra Besar.

Sumber : Antara (bisnis.com)

Tags:

Page 5 of 7

Supported by

  • aini.png
  • ap5i.png
  • apkin.png
  • ardi.png
  • asmd.png
  • asohi.png
  • fmpi.png
  • g7.png
  • gksi.png
  • gopan.png
  • gpmt.png
  • gppu.png
  • himakindo.png
  • himpuli.png
  • ieca.png
  • ispi.png
  • kemendag.png
  • kemenperin.png
  • kkp.png
  • mai.png

MEDIA PARTNERS

Official Local Publication

 

Supporting Publications

   
               

Show Information

Date & Venue:   
3 - 5 July 2019
Grand City Convex, Surabaya - Indonesia

Visiting hours:    
10.00am - 6.00pm ( 3 - 4 July 2019)
10.00am - 5.30pm ( 5 July 2019 )

Official Legal Partner

© 2019 Indo Fisheries Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama